Malaka – Sintia Febriani berhasil meraih juara 1 dalam ajang MTQ antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam, majelis ulama islam Melaka. Wanita asal kabupaten Lamandau ini mewakili Kalimantan Tengah, Indonesia dan berhasil menjadi yang terbaik dari 9 negara yang ikut bertanding.
“Alhamdulillah, peserta yang kita hantarkan berhasil meraih prestasi membanggakan . Semoga ini menjadi motivasi bagi para muda mudi, qori dan qoriah di kabupaten Lamandau untuk semakin semangat dalam belajar Alquran, ” Ujar ketua BKPRMI kabupaten Lamandau, Abdul Basir yang mendampingi peserta untuk bertanding ke Malaysia.
Sintia Febriani yang pekerjaan sehari-harinya sebagai Guru di KBIT Al-Huda ini mengaku tidak menyangka bisa berhasil menang di ajang internasional yang baru pertama kali diikutinya tersebut. Meskipun belum mendapat suport dari pemerintah, namun ia sangat berterimakasih karena DPD BKPRMI kabupaten Lamandau mendukung bakatnya dan bersedia mengirimkannya ke Malaysia.
“Sempat grogi juga baru pertama kali keluar negeri. Persiapan saya mengikuti acara ini 2 bulan . Alhamdulillah, tidak menyangka bisa juara, ” Ucap Sintia.
Namun untuk ajang tingkat Nasional, tahun lalu (2025) ia juga telah berhasil meraih juara 1 tilawah remaja putri MTQH provinsi di Barut, serta Juara 3 MTQ Nasional di Kendari. Setelah berjaya di MTQ antar Bangsa, selain membawa pulang trophy ia juga membawa hadiah uang sebesar RM 10.000 atau sekitar Rp 43 juta.
Tuan Yang Terutama Tun Seri Setia Dr. Mohd Ali Bin Mohd Rustam Yang di-Pertua Negeri Melaka secara resmi menutup Majelis Tilawah Al-Quran Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-16 yang berlangsung di Masjid Salimin, Malaka (06/3/2026) malam. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari sembilan negara dan menghadirkan para Qori dan Qoriah berbakat.
Tun Seri Seti menekankan bahwa ajang ini menjadi bagian dari diplomasi antar negara sekaligus mendorong penguatan wadah bagi para qori dan qoriah.
“Ini sekaligus sebagai gerakan diplomasi untuk menggerakkan wadah qori dan qoriah, dan juga perlombaan dari MTQ. Ya pastinya kegiatan seperti ini, apalagi ini melibatkan negara-negara lain, pasti kami dukung. semoga penyelenggaraan selanjutnya ada penambahan negara lagi dalam rangka memperkuat hubungan kita dengan negara tetangga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DMDI Indonesia , Said Aldi Al Idrus, mengungkapkan kebanggaannya terhadap hasil kompetisi yang kembali dimenangkan oleh qori Qori’ah dari Indonesia.
“Ya Alhamdulillah pada malam hari ini selesai MTQ atar bangsa ke-16 Dunia Melayu Dunia Islam, Alhamdulillah pemenangnya tetap dari Indonesia dan ini dari Lamandau Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan saja pembinaan generasi qurani di Lamandau makin baik dan kami juga berterima kasih ke DMDI yang mulai dari awal mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Terkait target keikutsertaan negara lain, Sutan menyebut bahwa pada awalnya ada 12 negara yang berencana ikut serta, namun beberapa di antaranya tidak memenuhi persyaratan usia.
“Ya, sebenarnya yang mau datang kemarin itu ada 12 negara. Dan waktu pendaftaran akhir dikena umurnya itu kurang. Jadi dia kan kita minimal umurnya 18 tahun, yang dikirim 16 tahun maka tidak masuk dia di dalam kategori itu. Jadi insyaAllah tahun depan itu kita targetkan itu 15 negara,” jelasnya.
Daftar Juara MTQ Antarbangsa ke-16 DMDI:
Kategori Qori
1. Muhammad Muhammad Saheet Bon Bahri – Pahang
2. Mohamad Miftah Farid – Jakarta
3. Arif Hidayat – Lamoung
Kategori Qori’ah
1. Sintia Febriani – Lamandau Kalimantan Tengah
2. Ma’rifah – Sulawesi Selatan
3. Sunarti Larisa – Sulawesi Tengah
Dengan suksesnya penyelenggaraan Majelis Tilawah Al-Quran Antar Bangsa DMDI ke-16 ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pengembangan tilawah Al-Quran di kawasan Melayu-Islam. Harapannya, ajang ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak negara yang berpartisipasi di tahun-tahun mendatang. (abbas)












