Nanga Bulik, Lamandau – Kegiatan kuliah subuh atau dulu sering disebut Kultum (kuliah tujuh menit) mungkin adalah hal biasa dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Biasanya imam akan memberikan ceramah singkat usai sholat kepada para jemaah. Dan umumnya Narasumber nya selalu sama setiap harinya untuk tiap masjid.
Namun ada yang berbeda di masjid Baturrahman Nanga Bulik setiap subuh selama bulan Ramadhan ini. Yakni kita akan mendapatkan penceramah yang berbeda-beda setiap hari selama bulan Ramadhan.
“Jadi setiap hari sejak awal ramadhan hingga hari terakhir nanti, narasumber kuliah subuhnya akan berbeda-beda. Tapi semuanya pengurus MUI, “ Beber ketua MUI Kabupaten Lamandau, KH. Nur Afif.
Menurutnya diantara 30 orang pengurus MUI yang ditugaskan untuk mengisi kuliah subuh, hanya sebagian yang memang ustadz atau terbiasa mengisi ceramah. Sedangkan sisanya ada yang jarang bahkan belum pernah sama sekali menjadi narasumber atau pengisi materi dakwah.
“Melalui kegiatan ini kita berharap muncul keberanian, motivasi dan niat belajar, menimba ilmu agama bersama-sama. Sehingga generasi pendakwah di kabupaten Lamandau akan terus ada, “ Harapnya.
Sementara iru, sekretaris MUI, H Abdul Basir membeberkan bahwa kegiatan ini untuk menindaklanjuti hasil rapat musyawarah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lamandau pada Hari Kamis, tanggal 17 Sya’ban 1447 H / 05 Februari 2026 lalu.
“Latar belakang kegiatan ini, kita ingin mengisi bulan suci dengan amaliyah, santapan rohani (jiwa), serta mentadabburi nilai Islam di waktu yang mustajab untuk meraih keberkahan. Sehingga dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pemahaman agama jamaah secara intensif melalui kajian singkat yang inspiratif,” ungkap H Abdul Basir.
Salah satu narasumber nya, Azid Muttaqin mengungkapkan bahwa awalnya ia cukup grogi saat diminta mengisi kuliah subuh tersebut. Karena jemaahnya juga para alim ulama. Ia takut apa yang disampaikannya memiliki kekurangan atau kesalahan.
“Tapi alhamdulillah ini jadi motivasi saya untuk belajar. Meskipun tidak punya bakat basic publik speaking, tapi dengan dukungan dari MUI akhirnya saya bisa membawakan kuliah subuh dengan baik, semoga ini jadi awal saya untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya, “ Harapnya.
Para jemaah pun mengaku senang dengan adanya program kuliah subuh dari MUI ini. Mereka bisa merasakan nuansa berbeda setiap harinya, karena tiap penceramah membawakan materi yang berbeda dan cara penyampaiannya yang berbeda-beda pula sesuai dengan karakter ustadz nya.
“Alhamdulillah jadi memperkaya ilmu, dan tidak bosan, karena setiap hari penceramagnya berbeda-beda, ” Ucap Mawardin, salah satu jemaah. (abbas)











