Menthobi Raya, Lamandau – Dalam semangat meneguhkan keyakinan dan mempererat ukhuwah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamandau menyelenggarakan Pembinaan Keimanan dan Akidah bagi kaum muslimin dan Mualaf di Desa Batu Ampat. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan spiritual bagi para kaum muslimin dan mualaf di Batu Ampar kecamatan Menthobi Raya mereka yang masih rentan dan baru memeluk Islam agar semakin kokoh dalam keimanan, serta memahami akidah Islam sebagai pondasi hidup yang baru.
Kegiatan ini di inisiasi oleh MUI Lamandau . Dalam penyampaiannya, sekretaris MUI Kabupaten Lamandau H. Abdul Basir, S. Ag. menekankan pentingnya akidah yang lurus sebagai dasar setiap amal ibadah dan aktivitas hidup seorang muslim. “Akidah bukan sekadar pengetahuan, tetapi fondasi batin yang menentukan arah hidup kita. Kaum muslimin rentan dan mualaf perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang tauhid, agar mereka tak hanya berIslam secara lahir, tetapi juga menyatu secara rohani.”
Beliau mengajak kaum muslimin dan mualaf untuk memperkuat keyakinan terhadap Allah SWT, sebagaimana yang tertuang dalam surah Al-Ikhlas. Bahwa keimanan harus berdiri pada pengakuan bahwa Allah adalah Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada yang menyamai-Nya.
Basir juga menyinggung pentingnya toleransi sosial dan hubungan muamalah yang baik, seperti dalam hal amanah, utang-piutang, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, yang juga bagian dari syariat Islam. “Islam bukan hanya ibadah, tapi juga etika bermasyarakat. Jangan sampai kita rajin shalat, tapi lupa menunaikan hak-hak orang lain.”
Kegiatan ini adalah bagian dari program pembinaan Mu’alaf MUI Lamandau, dalam mendampingi para mualaf secara spiritual dan sosial, MUI berharap tidak hanya memperkuat keimanan para mualaf, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi bagian utuh dari masyarakat muslim yang mandiri dan berdaya. dalam kesempatan itu MUI Lamandau juga bagikan Al Qur’an, Iqro’, tuntutan shalat dan perlengkapan sholat seperti sajadah, mekena dan sarung. (abbas)












