Trenggalek – Asisten I Pemerintah dan Kesra bersama BAZNAS Lamandau melakukan kunjungan kerja di Kantor Kementerian Agama Kab. Trenggalek untuk belajar mengenai pengumpulan zakat. Selama ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek telah berhasil menggalakkan ASN nya untuk mengeluarkan zakat profisinya sebesar 2.5 persen. yang pengelolaannya diserahkan kepada BAZNAS kab. Trenggalek. Hal ini menarik bagi asisten 1 pemerintah dan kesra Lamandau untuk belajar pengumpulan zakat yang berhasil dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
“Tujuan silaturahmi kami ke Trenggalek ini dalam rangka belajar bagaimana teknis-teknis pengelolaan zakat di Trenggalek untuk kita bawa ke Lamandau Kalimantan Barat serta teknis yang sudah dilakukan kemenag sehingga hampir seluruh ASN kemenag telah menyalurkan zakat profesinya lewat UPZ kemenag,” ungkap H. Nur Afif, Ketua BAZNAS Lamandau Kalbar yang pada hari sebelumnya sudah mengadakan kunjungan ke GERTAK kab. Trenggalek dan BAZNAS kabupaten Trenggalek.
Ditambahkan olehnya “yang tadi dipelajari utamanya mengenai bagaimana teknik pengumpulan zakat dan sedekah dan penyalurannya yang baik, sekaligus membantu Pemerintah Daerah untuk memikirkan kesejahteraan masyarakat di Lamandau.
Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, H. Mustofa alchamdani, M.SI mengungkapkan bahwa membutuhkan waktu dan kesabaran yang tidak sedikit untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek untuk menyerahkan zakatnya dikelola oleh BAZNAS lewat UPZ. Namun dengan sosialisasi dan pembinaan yang intensif dan rutin kesadaran dan pemahaman ASN mulai muncul dan terbentuk. Kasubag TU juga menjelaskan bahwa embrio BAZNAS adalah dari Kantor Kementerian Agama, jadi merupakan kewajiban Kementerian Agama untuk selalu bersinergi dengan BAZNAS. Dan keberhasilan progam progam BAZNAS juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah.
Sementara penyelenggara syari’ah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, H. Imam sopingi menjelaskan yang utama dari pengelolalaan zakat adalah profesinal, transparan dan harus sesuai syari’ah.
Sedangkan Asisten I Sekda Lamandau, Atie Dieni menambahkan, Pemerintah Lamandau memang mengagendakan Kunjungan ke Trenggalek. “Dan kami Patut bersyukuri yang kami terima hari ini cukup bermanfaat dan semoga dapat kami adopsi dan terapkan di Lamandau,” terang Atie.











