Nanga Bulik, Lamandau – Bupati Kabupaten Lamandau yang diwakili asisten 1 Triyadi, STTP. membuka Pelatihan Penyelenggaraan Fardlu Kifayah Tahun 2025 di Masjid Baiturrahman Nanga Bulik, Sabtu (06/12/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Dalam sambutannya, Asisten 1 menegaskan bahwa pelatihan fardu kifayah sangat penting untuk memastikan tersedianya petugas yang memahami tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah secara benar.
“kemampuan tersebut menjadi bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat”. Ungkap Triadi.
Sementara Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau H. Abdul Basir, S.Ag yang dimintai keterangan terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut “Mengatakan Penyelenggarakan pelatihan Fardu kifayah untuk mengurus jenazah, Hal ini sangat penting karena sangat sulit untuk mencari orang yang bisa dan mau mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengapani, mensholati, dan memberikan kata pengantar sebelum di berangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir atau di makamkan di pekuburan.
Menurut H. Basir kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat ketika salah satu warganya meninggal dunia. Sehingga diharapkan kepada para peserta yang berjumlah 170 orang utusan dari Pengurus dan Pemuda Remaja Masjid-Masjid yang ada di Kabupaten Lamandau dapat mengikuti kegiatan ini menjadi lebih memahami akan pentingnya fardhu kifayah bagi seorang muslim sekaligus mendapatkan bekal tentang kaifiat/tata cara pelaksanaan fardhu kifayah dari mulai memandikan sampai mensholatkan jenazah.
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Peserta yang mau mengikuti acara ini, karena hal ini sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, petugas yang mengurusi masalah pardu kifayah saat ini sangatlah langka sebab kematian itu adalah sebuah ketetapan, suka atau tidak, rela atau tidak ia tetap ada dan akan menghampiri kita . Itu adalah sebuah kepastian yang mutlak, ia adalah wewenang sang Kholik.
Saya berpesan kepada para peserta jika ingin mengurusi jenazah ada 4 hal yang harus kita tanamkan terhadap tugas kita orang yang masih hidup dalam mengurusi Jenazah pertama Seoorang harus Ikhlas melakukan pekerjaan ini, selanjutnya Harus Berani, Tidak Jijik dan bisa amanah untuk menjadi air yang ada pada diri zenajah yang diurusi” ungkap Basir.
Sebagai nara sumber Ketua MUI Kabupaten Lamandau KH. Nur Afif ketua DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau H. Abdul Basir, tokoh masyarakat H. Nadi Saidin Ibu Hamidah dan Ibu Ida. Narasumber KH. Nur Afif menyampaikan materi sekaligus praktek, peserta begitu sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya setiap kita mempunyai kepedulian yang besar terhadap masalah ini.
Oleh karena itu, mudah-mudahan pelatihan ini akan memberikan motivasi bagi warga khususnya para pemuda untuk bisa berperan aktif di masyarakat khususnya dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan fardhu kifayah. Dengan demikian ilmu yang sudah diperoleh selama mengikuti pelatihan bisa dirasakan manfaatnya bagi sesama” ujar Nur Afif.
Pada kegiatan tersebut DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau juga menyerahkan jadwal sholat sepanjang masa untuk semua masjid mushola di kabupaten Lamandau. (abbas)












