Nanga Bulik, Lamandau – Dewan Pimpinan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamandau menyelenggarakan ziarah ke makam ulama yang pernah mengemban amanah sebagai ketua umum MUI Lamandau
Sekretaris Umum MUI Lamandau H Abdul Basir mengatakan safari ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati milad (hari lahir) MUI ke 50. Sejak berdiri pada tanggal 26 Juli 1975 hingga sekarang, tercatat dua ulama pernah mimpin MUI Lamandau.
“Dari sejumlah itu, satu diantaranya sudah meninggal dunia. Pada milad ke-50 ini MUI Lamandau menyelenggarakan berbagai kegiatan diantara safari ziarah ke makam ketua umum MUI Lamandau yang sudah meninggal dunia,” kata Abdul Basir usai berziarah ke makam almarhum KH. Gusti Sabran di pemakaman PLN Nanga Bulik pada, Ahad (27/7).
Menurutnya, KH. Gusti Sabran sudah meninggal dunia dan pernah memimpin MUI Lamandau almarhum KH. Gusti Sabran memimpin MUI Preode 2005 – 2020
Dia menambahkan, melalui safari ziarah ini diharapkan para pengurus MUI dan umat Islam dapat mewarisi dan meneladani semangat perjuangan mereka dalam berkhidmah kepada agama, masyarakat ,bangsa dan negara dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Selain safari ziarah, ujarnya, juga diselenggarakan sejumlah rangkaian kegiatan lainnya, diantaranya Khataman Al Qur’an di Yayasan Darul Ulum.
Ketua Umum MUI Lamandau, KH Nur Afif, mengatakan safari ziarah ke makam KH. Gusti Sabran diharapkan dapat membangkitkan semangat umat Islam di Lamandau dalam meneladani perjuangan almarhum Kyai Sabran.
“Kontribusi almarhum kiai Sabran saat memimpin MUI Lamandau sangat besar, untuk mengenang jasa beliau pada hari ini kita Ziarah ke Baqbaroh beliau” ujarnya.(abbas)















